Kenali Macam-macam Sertifikasi Profesi 


 

Kenali Macam-macam Sertifikasi Profesi 

 

Macam-macam Sertifikasi Profesi pada dasarnya bertujuan untuk menjamin kualitas sumber daya manusia yang baik. Semakin berkembangnya zaman menuntut terjadinya banyak perubahan salah satunya di dunia kerja. Saat ini dunia kerja benar-benar membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi unggul. Itulah mengapa tersedia macam-macam sertifikasi profesi guna meningkatkan skill para tenaga kerja.

 

Sertifikasi profesi sendiri merupakan sebuah proses pemberian sertifikat kompetensi untuk bidang profesi tertentu. Dalam prosesnya, dibutuhkan pengujian kompetensi terkait profesi tersebut yang mengacu pada standar nasional, internasional, ataupun standar khusus lainnya.

 

Tentu saja sertifikasi profesi adalah hal yang penting di dunia kerja. Dengan adanya sertifikasi profesi, maka kompetensi seseorang menjadi lebih terjamin karena telah melalui pengalaman dan proses pembelajaran panjang.

 

Oleh sebab itu bagi Anda yang belum, maka harus segera melakukan sertifikasi profesi. Apabila belum memahami secara keseluruhan mengenai sertifikasi profesi, maka simak dulu penjelasan tentang beberapa sertifikasi profesi dalam artikel ini.

 

Artikel terkait : Training Manajemen, SDM, Pengembangan Kapasitas Dan Hubungan Internasional

 

 MACAM MACAM SERTIFIKASI PROFESI

 

 

Manfaat Sertifikasi Profesi

 

Sebelum membahas macam-macam sertifikasi profesi, maka perlu diketahui bahwa memiliki sertifikat profesi akan mendatangkan banyak manfaat. Berikut ini adalah beberapa di antaranya:

 

1. Bukti Memiliki Keahlian di Bidangnya

 

Sertifikat profesi sebagai bukti pemilik keahlian misalnya K3, maka akan membantu seseorang dalam mencari pekerjaan. Dengan ini, perusahaan akan lebih mempertimbangkannya untuk diterima di posisi yang dilamar.

 

2. Menjamin Peningkatan Karier

 

Karena memiliki keahlian yang spesifik, maka seseorang yang memiliki sertifikat profesi juga akan dipercaya oleh perusahaan. Sehingga hal ini dapat membuka peluang peningkatan karier di masa depan.

 

3. Dapat Menyelesaikan Pekerjaan dengan Profesional

 

Manfaat terpenting yang didapatkan tentu saja adalah peningkatan kompetensi masing-masing individu. Hal ini dikarenakan tiap sertifikasi profesi telah memiliki standar khusus, sehingga bisa menghasilkan output berupa tenaga kerja yang profesional.

 

Training Untuk Pengembangan Kompetensi silahkan klik DISINI

 

Macam-macam Sertifikasi Profesi Menurut BNSP

 

Sertifikasi profesi saat ini bisa didapatkan melalui LSP atau Lembaga Sertifikasi Profesi yang beredar di seluruh Indonesia. Namun begitu, sertifikasi yang kredibel adalah yang telah mendapatkan lisensi dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) sebagai instansi yang menjamin mutu tenaga kerja di seluruh Indonesia.

 

Selain itu, BNSP juga telah mengategorikan jenis-jenis sertifikasi profesi berdasarkan standar, aturan, dan juga prosedur yang berlaku. Berikut ini adalah macam-macam sertifikasi BNSP.

 

1. Sertifikasi Profesi KKNI

 

Macam-macam sertifikasi profesi yang pertama adalah KKNI. Jenis sertifikasi ini sesuai namanya didasarkan pada kualifikasi nasional suatu negara. Di Indonesia sertifikasi ini memiliki 9 level atau tingkatan untuk masing-masing profesi. 

 

Selain didasarkan pada kualifikasi nasional, sertifikasi ini juga bisa menjadi tolak ukur tingkat kompetensi karyawan dalam cakupan nasional maupun pasar kerja internasional.

 

2. Sertifikasi Profesi Okupasi Nasional

 

Berikutnya terdapat sertifikasi profesi okupasi nasional. Sertifikasi ini menitikberatkan pada kompetensi yang wajib dimiliki oleh jabatan tertentu. Misalnya adalah seorang mekanik, petugas gudang, hingga satpam.

 

Meskipun berasal dari industri yang berbeda, namun standar kompetensinya masih bisa diukur menggunakan jabatan. Contoh sertifikasi profesi okupasi nasional untuk sales properti dan sales alat berat, yang mana kompetensinya akan menyesuaikan dengan jenis pekerjaan dan jabatannya. 

 

3. Sertifikasi Profesi Klaster/Paket

 

Dalam macam-macam sertifikasi profesi, juga terdapat jenis klaster atau paket. Sertifikasi ini bersifat lebih spesifik dibandingkan dengan sertifikasi okupasi nasional karena menekankan kompetensi sesuai dengan bidang industrinya masing-masing.

 

Contoh sertifikasi profesi klaster adalah seorang supervisor service pada perusahaan alat berat, yang mana bisa mengetahui sejauh mana kompetensinya sebagai supervisor di industri alat berat secara nasional.

 

4. Sertifikasi Profesi Unit Kompetensi

 

Dalam macam-macam sertifikasi BNSP, sertifikasi ini hampir serupa dengan standar kompetensi yang ditetapkan di tempat kerja untuk kompetensi tertentu. Contohnya yaitu ketika seorang mekanik alat berat memerlukan kompetensi untuk bisa mengerjakan maintenance, service, hingga troubleshooting pada alat berat.

 

Tetapi meskipun terlihat serupa, namun sertifikasi ini memiliki perbedaan dengan standar kompetensi sebuah perusahaan Apabila mekanik tadi mengikuti standar kompetensi perusahaan, maka dia hanya bisa mengukur tingkat kemampuannya di perusahaan itu saja. Sementara untuk sertifikasi profesi unit kompetensi, tingkatannya mencakup lingkup nasional.

 

Contoh artikel : Training Perencanaan Dan Pemrograman Perawatan Mekanis

 

5. Sertifikasi Profesi Profisiensi

 

Berbeda halnya dengan macam-macam sertifikasi profesi sebelumnya, sertifikasi ini menekankan pada keahlian individu yang spesifik pada industri tertentu. Misalnya adalah seorang manajer yang mana memiliki tingkatan keahlian sendiri di perusahaan tersebut.

 

Di samping hal itu, sertifikasi ini juga memiliki tingkatan atau level yang berbeda dengan sertifikasi sebelumnya. Dalam sertifikasi ini, tingkatan yang digunakan adalah basic, intermediet, hingga advance.

 

MACAM MACAM SERTIFIKASI PROFESI

 

 

Macam-macam Sertifikasi Manajemen

 

Selain sertifikasi profesi menurut BSNP, masih ada sertifikasi manajemen yang umumnya cukup bergengsi. Sertifikasi ini diperuntukkan bagi mereka yang menjalani profesi sebagai manajer proyek. Berikut ini adalah macam-macam sertifikasi profesi manajemen cukup dikenal.

 

1. PMP (Project Management Professional)

 

PMP ini bisa dibilang sebagai salah satu sertifikasi manajemen yang tertua dan paling bergengsi saat ini. Sertifikasi PMP sendiri pernah berada menduduki peringkat 10 besar dalam majalah survei sertifikasi gaji pada tahun 2015. Adapun berdasarkan survei tersebut, pemilik sertifikasi ini mendapat gaji rata-rata Rp 973 juta.

 

Sertifikasi ini tidaklah mudah didapatkan karena seorang manajer proyek harus memiliki pengalaman minimal 3 tahun di bidangnya. Ini juga sudah termasuk minimal 4.500 jam memimpin proyek dan juga mengikuti 35 jam kelas pendidikan manajemen proyek.

 

2. PRINCE2 (Projects In Controlled Environtment)

 

Macam-macam sertifikasi profesi manajemen berikutnya yaitu PRINCE2. Sertifikasi ini cukup populer di dunia. Jenis sertifikasi ini sangat cocok untuk diikuti oleh manajer proyek yang masih baru terjun ke dunia industri.

 

Metodologi yang digunakan dalam sertifikasi ini unik karena berbeda dengan PMP yang menekankan pengetahuan dasar tentang manajemen proyek. Sertifikasi ini menarik untuk diikuti sambil mencicil syarat mendapatkan PMP.

 

3. CAPM (Certified Associate in Project Management)

 

Sama halnya dengan PRINCE2, CAPM merupakan sertifikasi manajemen yang dirancang untuk entry-level karena memang tingkat kesulitannya di bawah PMP. Meskipun demikian, CAPM termasuk macam-macam sertifikasi profesi yang populer di seluruh dunia, dengan pemilik mencapai puluhan ribu. 

 

Sertifikasi ini cocok untuk manajer proyek yang masih minim pengalaman namun tetap ingin mendapatkan nilai lebih melalui kredensial.

 

4. CSP (Certified Scrum Professional)

 

Berbeda dengan macam-macam sertifikasi manajemen sebelumnya, CSP sesuai namanya lebih sesuai untuk scrum master. Artinya pemilik dari sertifikat ini merupakan orang yang memiliki pengetahuan dan pengalaman tinggi mengenai scrum.

 

Untuk mendapatkan sertifikat ini, maka diharuskan menyelesaikan 3 kredensial tingkat sebelumnya, yaitu CSM, CSPO, dan CSD. Selain itu, pesertanya diharuskan juga mengikuti paling tidak 70 kelas pendidikan scrum dan 36 bulan mengelola scrum.

 

5. Project+

 

Project+ juga hampir sama dengan PRINCE2 dan CAPM yang mana termasuk macam-macam sertifikasi profesi manajemen untuk para manajer proyek baru. Meskipun demikian, setidaknya tetap dibutuhkan satu tahun pengalaman dalam berpartisipasi ataupun mengelola skala kecil dan menengah.

 

Adapun sebenarnya jika belum memiliki pengalaman tersebut juga tidak masalah. Namun, sebelumnya diperlukan pendidikan manajemen proyek yang sesuai.

 

Baca juga : Training Manajemen Proyek, Kontrak Dan Pemeliharaan Di Pabrik Minyak & Gas