Peristiwa Koagulasi Dapat Ditemukan Pada Peristiwa? - BMG TRAINING


 

 

I. Pendahuluan

 

Peristiwa Koagulasi Dapat Ditemukan Pada Peristiwa? - BMG TRAINING. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi peristiwa koagulasi yang menarik dan penting dalam dunia alam dan teknologi. Koagulasi, atau penggumpalan, adalah proses di mana partikel-partikel kecil menggabungkan diri menjadi gumpalan yang lebih besar. Fenomena ini dapat kita temukan dalam berbagai konteks, mulai dari alam seperti pembekuan darah dan pembentukan awan, hingga aplikasi teknologi seperti pengolahan air dan industri makanan.

 

Artikel ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang koagulasi, mulai dari definisi dasar hingga parameter yang memengaruhinya. Kita juga akan melihat berbagai contoh peristiwa alam dan aplikasi teknologi di mana koagulasi terjadi. Melalui penjelasan yang komprehensif dan studi kasus yang relevan, kita akan dapat menggali lebih dalam tentang fenomena ini dan mengenali manfaat serta tantangan yang terkait dengan koagulasi.

 

Jadi, mari kita lanjutkan untuk mengeksplorasi dunia yang menarik dari peristiwa koagulasi dan memahami peran serta dampaknya dalam berbagai aspek kehidupan kita.

 

Peristiwa Koagulasi Dapat Ditemukan Pada Peristiwa

 

 

Artikel Terkait : TRAINING MANAJEMEN PENGELOLAAN AIR BERSIH

 

II. Pengertian Koagulasi

 

Koagulasi merujuk pada proses di mana partikel-partikel kecil dalam suatu zat atau medium menggumpal atau menggabungkan diri menjadi gumpalan yang lebih besar. Dalam konteks kimia dan fisika, koagulasi adalah fenomena yang melibatkan perubahan struktur dan komposisi partikel-partikel tersebut.

 

Pada dasarnya, koagulasi terjadi ketika gaya-gaya tarik menarik antara partikel-partikel mengatasi gaya-gaya tolak mereka. Partikel-partikel tersebut mulai saling mendekat dan bersatu menjadi satu gumpalan yang lebih besar. Proses ini melibatkan interaksi antara partikel-partikel tersebut, termasuk gaya-gaya elektrostatik, gaya Van der Waals, dan interaksi permukaan.

 

Koagulasi memiliki peran penting dalam berbagai aspek kehidupan kita. Dalam dunia alam, contohnya adalah pembekuan darah yang merupakan proses koagulasi yang terjadi dalam tubuh manusia untuk menghentikan perdarahan. Selain itu, koagulasi juga terjadi dalam pembentukan awan di atmosfer, di mana partikel-partikel kecil bertemu dan bergabung membentuk tetesan air yang lebih besar.

 

Di bidang teknologi, koagulasi digunakan dalam berbagai aplikasi seperti pengolahan air, industri makanan, dan produksi farmasi. Pada pengolahan air, koagulasi digunakan untuk menghilangkan partikel-partikel padat dan zat-zat terlarut yang terkandung dalam air. Sementara itu, dalam industri makanan, koagulasi dapat digunakan untuk menggumpalkan protein dalam proses pembuatan keju atau pembuatan tahu.

 

Selain itu, koagulasi juga digunakan dalam berbagai industri dan aplikasi. Dalam industri pengolahan air, koagulasi digunakan untuk menghilangkan partikel-partikel padat, zat-zat terlarut, dan mikroorganisme yang terdapat dalam air. Ini adalah langkah penting dalam proses pemurnian air sebelum digunakan sebagai air minum atau digunakan dalam proses industri lainnya.

 

Di bidang farmasi, koagulasi dapat digunakan dalam pembuatan obat-obatan dan vaksin. Proses koagulasi digunakan untuk memisahkan dan mengendapkan bahan-bahan tertentu dalam larutan obat, sehingga memungkinkan pemurnian dan pengolahan lebih lanjut.

 

Dengan pemahaman yang lebih dalam tentang pengertian koagulasi, kita dapat menghargai perannya dalam berbagai konteks kehidupan kita. Selanjutnya, dalam artikel ini, kita akan menjelajahi berbagai contoh peristiwa koagulasi dan aplikasinya dalam berbagai bidang.

 

 

III. Peristiwa Alam yang Melibatkan Koagulasi

 

Koagulasi bukan hanya terjadi dalam konteks industri atau aplikasi manusia, tetapi juga merupakan peristiwa alam yang umum terjadi di lingkungan sekitar kita. Berikut adalah beberapa contoh peristiwa alam yang melibatkan koagulasi:

 

  1. Pembentukan Awan dan Hujan

 

Ketika uap air mengalami pendinginan di atmosfer, uap air akan berubah menjadi tetes air yang lebih kecil. Ketika tetes-tetes air ini bertumbukan dan bergabung, mereka membentuk tetes air yang lebih besar dan membentuk awan. Proses ini melibatkan koagulasi tetes air kecil menjadi tetes air yang lebih besar, yang akhirnya jatuh sebagai hujan.

 

  1. Pembentukan Salju

 

Di daerah dengan suhu rendah, kristal es dapat terbentuk dalam awan. Ketika kristal-kristal es ini bertumbukan dan menggabungkan diri dengan tetes air yang ada, mereka saling melekat dan membentuk butir-butir salju yang lebih besar. Proses ini juga merupakan contoh koagulasi alami.

 

  1. Pembentukan Gerimis dan Kabut

 

Gerimis terjadi ketika tetes air yang kecil dalam awan bertumbukan dan bergabung menjadi tetes air yang lebih besar. Proses ini melibatkan koagulasi tetes air sehingga menjadi tetes air yang cukup besar untuk jatuh ke permukaan bumi. Selain itu, pembentukan kabut juga melibatkan koagulasi partikel-partikel air yang kecil dalam udara.

 

  1. Pembentukan Embun

 

Pada malam hari, ketika suhu udara turun, uap air dalam udara dapat berubah menjadi tetes air yang kecil dan menempel pada permukaan benda-benda yang dingin, seperti rumput atau daun. Proses ini juga melibatkan koagulasi tetes air kecil sehingga membentuk tetes air yang lebih besar yang tampak sebagai embun.

 

  1. Pembentukan Air Terjun

 

Ketika air mengalir melalui sungai atau sungai kecil, aliran air dapat bertumbukan dan bergabung. Proses ini melibatkan koagulasi aliran air yang terpisah menjadi satu aliran yang lebih besar, membentuk air terjun.

 

Peristiwa-peristiwa alam ini menunjukkan bahwa koagulasi adalah fenomena yang umum terjadi di alam dan memainkan peran penting dalam membentuk berbagai kondisi cuaca dan lingkungan di sekitar kita. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang koagulasi alami ini, kita dapat menghargai keindahan dan kompleksitas alam serta dampaknya terhadap kehidupan kita sehari-hari.

 

 

Peristiwa Koagulasi Dapat Ditemukan Pada Peristiwa

 

 

IV. Koagulasi dalam Aplikasi Teknologi

 

Koagulasi juga memiliki peran penting dalam berbagai aplikasi teknologi di berbagai bidang. Berikut adalah beberapa contoh koagulasi dalam aplikasi teknologi:

 

  1. Pengolahan Air

 

Dalam pengolahan air minum, koagulasi digunakan sebagai langkah awal dalam proses filtrasi air. Koagulan seperti sulfat alumunium atau polielektrolit ditambahkan ke dalam air untuk membentuk flok-flok kecil yang kemudian akan berkoagulasi membentuk flok-flok yang lebih besar. Flok-flok ini akan menangkap partikel-partikel terlarut dan tersuspensi dalam air, sehingga memudahkan proses penyaringan dan penghilangan kontaminan.

 

  1. Industri Farmasi

 

Koagulasi sering digunakan dalam industri farmasi untuk memisahkan dan mengendapkan partikel-partikel dalam suspensi obat. Proses koagulasi ini membantu dalam pemurnian bahan aktif, penghilangan partikel yang tidak diinginkan, dan meningkatkan efisiensi produksi obat.

 

  1. Produksi Bahan Makanan

 

Dalam industri makanan, koagulasi digunakan dalam proses pembuatan produk seperti keju, tahu, dan tempe. Koagulan alami seperti enzim atau koagulan kimia ditambahkan ke dalam susu atau sari kedelai untuk menyebabkan pemisahan protein dan pembentukan gumpalan yang mengental. Proses koagulasi ini penting untuk pembentukan tekstur dan konsistensi yang diinginkan dalam produk makanan.

 

  1. Industri Kertas

 

Dalam industri kertas, koagulasi digunakan dalam proses pembuatan kertas untuk membantu pengendapan partikel-padatan yang terlarut dalam campuran serat kayu. Dengan menggunakan zat koagulan, partikel-partikel tersebut akan menggumpal dan membentuk endapan yang kemudian dapat dihilangkan dari proses pembuatan kertas.

 

  1. Industri Kimia

 

Koagulasi juga diterapkan dalam industri kimia, seperti dalam proses pemisahan zat-zat padat dari larutan dalam produksi kimia. Dalam proses ini, koagulan ditambahkan ke dalam larutan untuk membentuk flok-flok padat yang kemudian dapat diendapkan dan dipisahkan dari larutan.

 

Penerapan koagulasi dalam aplikasi teknologi membantu meningkatkan efisiensi proses produksi, pemurnian bahan baku, dan pengolahan berbagai produk. Dengan pemahaman yang baik tentang koagulasi dan penggunaan yang tepat dalam berbagai industri, kita dapat memanfaatkannya secara efektif untuk mencapai hasil yang diinginkan dalam proses produksi dan pengolahan.

 

 

V. Proses Koagulasi dan Parameter yang Memengaruhinya

 

Proses koagulasi melibatkan interaksi antara zat koagulan dan partikel-partikel dalam larutan untuk membentuk flok-flok yang lebih besar. Beberapa parameter memengaruhi efektivitas dan hasil dari proses koagulasi. Berikut adalah beberapa parameter yang perlu diperhatikan:

 

  1. Jenis Koagulan

 

Pemilihan jenis koagulan sangat penting karena berbeda koagulan memiliki kemampuan yang berbeda dalam membentuk flok-flok. Beberapa jenis koagulan umum yang digunakan termasuk sulfat alumunium, polielektrolit, ferroklorida, dan ferrosulfat. Setiap jenis koagulan memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan tergantung pada jenis partikel yang akan diendapkan.

 

  1. Konsentrasi Koagulan

 

Konsentrasi koagulan yang digunakan juga berpengaruh terhadap proses koagulasi. Konsentrasi yang tepat akan memastikan pembentukan flok-flok yang cukup besar untuk mengendapkan partikel, namun konsentrasi yang terlalu tinggi dapat menyebabkan pembentukan flok yang terlalu padat atau terlalu cepat, sehingga sulit untuk diendapkan.

 

  1. Kecepatan Pengadukan

 

Kecepatan pengadukan atau pencampuran larutan koagulan dengan larutan yang akan diendapkan juga memengaruhi proses koagulasi. Pengadukan yang efektif membantu dalam penyebaran koagulan secara merata dan memaksimalkan interaksi dengan partikel-partikel dalam larutan.

 

  1. pH Larutan

 

pH larutan juga berperan penting dalam proses koagulasi. Beberapa koagulan lebih efektif dalam kondisi asam, sedangkan yang lain lebih baik dalam kondisi basa. Penyesuaian pH larutan dengan tepat dapat meningkatkan efektivitas koagulasi dan pembentukan flok-flok yang stabil.

 

  1. Waktu Kontak

 

Waktu kontak antara koagulan dan larutan juga mempengaruhi proses koagulasi. Memberikan waktu yang cukup bagi flok-flok untuk membentuk dan tumbuh dapat meningkatkan kemampuan endapan dan pemisahan partikel dalam larutan.

 

  1. Suhu dan Tekanan

 

Suhu dan tekanan juga dapat memengaruhi proses koagulasi. Perubahan suhu atau tekanan dapat mempengaruhi kecepatan reaksi dan karakteristik flok yang terbentuk. Oleh karena itu, pengaturan suhu dan tekanan yang sesuai dapat membantu mengoptimalkan proses koagulasi.

 

Dengan memperhatikan parameter-parameter tersebut, proses koagulasi dapat dikendalikan dengan lebih baik, sehingga menghasilkan flok-flok yang lebih besar, stabil, dan efektif dalam mengendapkan partikel-partikel dalam larutan. Pemahaman yang baik tentang parameter-parameter tersebut akan memungkinkan penggunaan koagulasi yang optimal dalam berbagai aplikasi industri dan pengolahan.

 

Peristiwa Koagulasi Dapat Ditemukan Pada Peristiwa

 

 

VI. Teknologi dan Metode Koagulasi yang Digunakan

 

 

Koagulasi merupakan proses penting dalam berbagai bidang, seperti pengolahan air minum, industri makanan dan minuman, pengolahan limbah, dan lain sebagainya. Terdapat beberapa teknologi dan metode yang digunakan dalam proses koagulasi. Berikut adalah beberapa contoh teknologi dan metode koagulasi yang umum digunakan:

 

  1. Koagulasi Kimia

 

Teknologi ini melibatkan penggunaan zat kimia koagulan, seperti sulfat alumunium, polielektrolit, atau zat-zat kimia lainnya, untuk memicu proses koagulasi. Zat kimia koagulan ini ditambahkan ke dalam larutan yang akan diendapkan, dan kemudian berinteraksi dengan partikel-partikel dalam larutan untuk membentuk flok-flok yang lebih besar.

 

  1. Koagulasi-Flokulasi

 

Metode ini melibatkan penggunaan koagulan bersama dengan flokulan. Setelah proses koagulasi, flokulan ditambahkan ke dalam larutan untuk membantu flok-flok yang terbentuk menjadi lebih besar dan stabil. Flokulan membantu dalam pengendapan partikel secara efisien.

 

  1. Koagulasi Filtrasi

 

Teknologi ini menggabungkan proses koagulasi dengan filtrasi untuk menghilangkan partikel-partikel yang telah membentuk flok. Setelah flok-flok terbentuk, larutan melewati media filter yang dapat menangkap flok-flok tersebut, sehingga partikel-partikel yang diendapkan dapat terpisah dari larutan.

 

  1. Koagulasi Elektrostatik

 

Metode ini menggunakan prinsip elektrostatik untuk memfasilitasi proses koagulasi. Elektroda ditempatkan di dalam larutan, dan dengan penerapan medan listrik, partikel-partikel bermuatan akan saling menarik dan membentuk flok-flok yang lebih besar untuk diendapkan.

 

  1. Koagulasi Magnetik

 

Teknologi ini menggunakan medan magnet untuk meningkatkan proses koagulasi. Partikel-partikel bermuatan dalam larutan diarahkan dan bergerak sesuai dengan medan magnet yang diterapkan, sehingga memudahkan proses penggumpalan dan pemisahan partikel.

 

Dalam menerapkan teknologi dan metode koagulasi, perlu dipertimbangkan jenis dan karakteristik partikel yang ada dalam larutan, tujuan pengolahan, serta faktor-faktor lain yang mempengaruhi efektivitas proses. Penggunaan teknologi dan metode yang tepat dapat meningkatkan efisiensi dan hasil dari proses koagulasi dalam berbagai aplikasi industri dan pengolahan.

 

 

VII. Keuntungan dan Tantangan dalam Koagulasi

 

Koagulasi memiliki berbagai keuntungan yang membuatnya menjadi metode yang efektif dalam pengolahan air dan limbah. Namun, ada juga tantangan yang perlu dihadapi dalam penerapan teknik ini. Berikut ini adalah beberapa keuntungan dan tantangan dalam koagulasi:

 

  1. Keuntungan Koagulasi

 

  1. Penghilangan Partikel

 

Metode koagulasi efektif dalam menghilangkan partikel-partikel terlarut dan tersuspensi dalam air atau limbah. Partikel-partikel ini dapat mencakup zat-zat organik, logam berat, lumpur, dan mikroorganisme.

 

  1. Pengurangan Kekeruhan

 

Proses koagulasi dapat mengurangi kekeruhan air atau limbah dengan menggumpalkan partikel-partikel kecil menjadi flok yang lebih besar. Ini menghasilkan air yang lebih jernih dan berkualitas.

 

  1. Pemisahan Bahan Tersuspensi

 

Koagulasi juga efektif dalam memisahkan bahan-bahan tersuspensi dari larutan, seperti partikel-partikel padat atau zat-zat berbahaya. Hal ini membantu dalam pengolahan limbah dan pemulihan bahan berharga.

 

  1. Penurunan Kandungan Logam Berat

 

Koagulasi dapat digunakan untuk mengurangi kandungan logam berat dalam air atau limbah. Proses ini memungkinkan pemulihan logam berharga dan pengurangan risiko lingkungan.

 

  1. Tantangan Koagulasi

 

  1. Pemilihan Koagulan yang Tepat

 

Memilih koagulan yang sesuai dengan karakteristik partikel dan jenis pencemaran dalam air atau limbah merupakan tantangan utama dalam koagulasi. Koagulan yang tidak tepat dapat mengurangi efektivitas proses koagulasi.

 

  1. Dosis dan Waktu yang Optimal

 

Menentukan dosis dan waktu yang tepat dalam pemberian koagulan serta tahapan pengadukan dan pengendapan merupakan faktor penting dalam keberhasilan koagulasi. Pengaturan yang tidak tepat dapat mengurangi efisiensi proses koagulasi.

 

  1. Pengendalian Proses

 

Monitoring dan pengendalian yang terus-menerus diperlukan untuk memastikan efektivitas proses koagulasi. Variabilitas dalam kualitas air atau limbah serta perubahan dalam kondisi operasional dapat mempengaruhi hasil koagulasi.

 

  1. Pengelolaan Limbah Koagulan

 

Koagulan yang digunakan dalam proses koagulasi dapat meninggalkan residu atau limbah yang perlu dikelola dengan baik agar tidak mencemari lingkungan. Pengelolaan limbah koagulan membutuhkan perhatian khusus untuk memenuhi standar lingkungan yang berlaku.

 

Dalam menghadapi tantangan tersebut, pengetahuan yang mendalam tentang karakteristik air atau limbah yang diolah, pemilihan koagulan yang tepat, dan pengaturan yang baik dalam penerapan proses koagulasi menjadi kunci kesuksesan dalam mencapai hasil yang diinginkan.

 

 

Peristiwa Koagulasi Dapat Ditemukan Pada Peristiwa

 

 

VIII. Contoh Kasus Studi

 

Berikut ini adalah beberapa contoh kasus studi yang menunjukkan penerapan koagulasi dalam berbagai bidang:

 

  1. Pengolahan Air Minum

 

Sebuah perusahaan pengolahan air minum menggunakan proses koagulasi untuk menghilangkan partikel-partikel tersuspensi, zat-zat organik, dan mikroorganisme dari sumber air. Dengan menggunakan koagulan yang tepat dan pengaturan yang optimal, air minum yang dihasilkan menjadi lebih bersih dan aman untuk dikonsumsi.

 

  1. Pemurnian Air Limbah Industri

 

Sebuah pabrik kimia menggunakan proses koagulasi dalam pemurnian air limbah yang dihasilkan selama proses produksi. Dengan mengaplikasikan koagulan yang sesuai, partikel-partikel kimia dan logam berat dapat terpisah dari air limbah, memungkinkan air limbah yang lebih bersih untuk dibuang atau diolah lebih lanjut.

 

  1. Pengolahan Lumpur Aktif

 

Sebuah instalasi pengolahan air limbah menggunakan koagulasi sebagai bagian dari proses pengolahan lumpur aktif. Koagulan yang ditambahkan membantu dalam penggumpalan partikel-partikel organik dalam lumpur aktif, mempermudah pemisahan air dan lumpur, serta meningkatkan efisiensi proses pengolahan limbah.

 

  1. Pemulihan Bahan Berharga

 

Dalam industri pertambangan, proses koagulasi digunakan untuk memisahkan partikel berharga seperti logam dari air limbah atau larutan. Dengan penggunaan koagulan yang tepat, partikel logam dapat membentuk flok yang dapat dipisahkan, memungkinkan pemulihan dan pemanfaatan kembali bahan berharga tersebut.

 

Setiap contoh kasus studi ini menunjukkan aplikasi praktis dari koagulasi dalam berbagai sektor. Dengan memahami karakteristik air atau limbah yang diolah, serta menerapkan teknik koagulasi yang tepat, hasil yang diinginkan dapat dicapai, baik dalam pengolahan air minum, pengolahan limbah industri, pengolahan lumpur aktif, maupun pemulihan bahan berharga.

 

 

IX. Kesimpulan

 

Dalam artikel ini, kita telah menjelajahi konsep koagulasi dan penerapannya dalam berbagai bidang. Koagulasi merupakan proses penting dalam pengolahan air minum, pengolahan limbah, dan industri lainnya. Melalui penambahan koagulan yang tepat, partikel-partikel tersuspensi dapat menggumpal dan terpisah, sehingga memungkinkan pemisahan yang lebih efisien.

 

Koagulasi juga memiliki keuntungan dalam meningkatkan kualitas air minum, mengurangi pencemaran lingkungan, dan memungkinkan pemulihan bahan berharga. Namun, proses koagulasi juga memiliki tantangan, seperti pemilihan koagulan yang sesuai, pengaturan parameter yang optimal, dan penanganan limbah yang aman.

 

Dengan pemahaman yang baik tentang koagulasi dan penerapannya, kita dapat mengoptimalkan proses pengolahan air, pengolahan limbah, dan industri lainnya. Penggunaan teknologi dan metode yang tepat, serta pemahaman tentang faktor-faktor yang memengaruhi koagulasi, akan membantu kita mencapai hasil yang lebih baik dan lebih efisien dalam pengolahan air dan limbah.

 

Dalam kesimpulan ini, penting bagi kita untuk terus mengembangkan pengetahuan dan keahlian dalam bidang koagulasi, serta melihat peluang-peluang baru untuk penerapannya. Dengan demikian, kita dapat menjaga lingkungan yang lebih bersih, menghasilkan air minum yang lebih aman, dan mendukung industri yang lebih berkelanjutan. Mari bersama-sama menjaga keberlanjutan lingkungan melalui pemahaman dan penerapan yang baik dalam proses koagulasi.

 

 

Peristiwa Koagulasi Dapat Ditemukan Pada Peristiwa

 

 

Dapatkan keahlian terkini dalam pengelolaan dan pengolahan air dengan mengikuti pelatihan khusus dari BMG Training! Pelajari teknik-teknik terbaik untuk memastikan kualitas air yang aman dan lingkungan yang bersih. Segera daftar dan tingkatkan kompetensi Anda dalam bidang ini.

 

 

FACILITIES

 

  1. Certificate,
  2. Quality Training Kit (Pencil case: Erase, Bolpoint, Pencil, Tipe X, Stabillo, Flash Disk 8
  3. Bag (Public Training)
  4. Training Material (Hand Out & Soft Copy)
  5. Convenient training facilities in stars hotel (Public Training)
  6. Lunch 1 and Coffee Break 2 / Day (Public Training)
  7. Souvenir
  8. Gratis antar Jemput dari Bandara/Stasiun ( Khusus Yogyakarta )

 

TRAINING METHOD

 

  1. Public Training
  2. Online Training
  3. In House Training
  4. Group Discussions
  5. Group & Individ_pelatihanual Exercises
  6. Presentations
  7. Games
  8. Case Studies
  9. Role Plays
  10. Self-Assessment
  11. Action Plan

 

INSTRUCTOR TRAINING

 

Tim Konsultan BMG Training & Development

 

COURSE TIMING

 

Daily Course Timings (Public Training) :

 

  •     08:00 - 08:20       Registerasi dan Pembukaan

  •     08:30 - 10:00       Sesi Pertama

  •     10:00 - 10:20       Coffee / Tea / Snacks

  •     10:20 - 12:00       Sesi Kedua

  •     12:00 - 13:00       Lunch Break & Prayer Break

  •     13:00 - 15:00       Sesi ketiga

  •     15:00 - 15:20       Coffee / Tea / Snacks & Prayer Break

  •     15:00 - 16:30       Sesi Terakhir

 

 

LOKASI

 

Yogyakarta, Jakarta, Bandung, Bogor, Cirebon, Solo, Semarang, Surabaya, Malang, Bali, Lombok, Samarinda, Balikpapan, Banjarmasin, Pontianak, Makassar, Medan, Palembang, Lampung, serta Timor Leste (dengan harga dan minimal kuota yang berbeda).

 

 

Catatan :

 

Pelatihan ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan Anda dan bisa diselenggarakan dalam bentuk Online Training maupun In-House Training. Untuk permintaan Online Training maupun In-House Training dengan jenis topik lainnya, silahkan mengirimkan ke alamat email atau menghubungi kontak person yang tercantum di website kami.

—————————————————————————————-

Jika anda membutuhkan informasi pelatihan yang belum tercantum pada website ini, atau anda ingin memberikan usulan materi yang sesuai dengan tingkat kebutuhan perusahaan anda, silahkan menghubungi kontak person kami atau mengirimkan ke alamat email yang tercantum.

—————————————————————————————-

Bila dalam jadwal pelatihan tidak ada tanggal dan waktu yang tercantum atau jadwal pelatihan sudah kadaluarsa, mohon tanyakan kepada kami untuk jadwal terbarunya.

—————————————————————————————-

Peserta bisa mengajukan tanggal Pelatihan / Training selain yang tertera pada silabus penawaran.

—————————————————————————————-

 

Permintaan Brosur penawaran Training ( Harga, Waktu dan Tempat) silahkan Menghubungi kami.

 

Kontak Kami


 

Pusat Training Indonesia dan Pelatihan Bersertifikat - BMG TRAINING

 

Email : info@bmgtraining.co.id

CP 1 : +62813 9200 7100